
Dalam dunia pembuatan film dan produksi video modern, terdapat banyak istilah elemen dan efek visual yang dihasilkan oleh teknologi canggih seiring dengan perkembangan industri kreatif. Beberapa istilah yang sering terdengar yaitu CGI (computer generated imagery) dan VFX (visual effects). Sekilas di baca keduanya memang terlihat mirip, yaitu teknik pembuatan animasi gambar dengan melibatkan komputer dan menciptakan film/video animasi yang terlihat nyata. Namun jika dilihat lebih dalam lagi, CGI dan VFX memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Perbedaan antara CGI dan VFX akan dibahas lebih dalam pada artikel kali ini, mulai dari pengertiannya, perangkat lunak yang digunakan, proses pembuatan, hingga panduan praktikal bagi pembuat film/video dalam memilih teknik mana yang cocok untuk brand.
Apa Itu CGI?

Berdasarkan buku Pencitraan Visual Kawasan Urban Teknik Pengembangan Sistem Multimedia Spasial 3D, Herry Santosa dan Nur Fauziah, (2019:306), CGI atau Computer Generated Imagery adalah aplikasi teknik komputer grafis untuk menciptakan efek khusus pada film dan model 3D. Teknik CGI digunakan secara luas, baik itu pada video, film, game, media iklan, dan lainnya, untuk menciptakan efek visual yang realistis sesuai dengan kondisi nyata. Tidak hanya itu, CGI juga mampu menghasilkan visualisasi lingkungan, karakter, dan objek tak kasatmata menjadi tampak nyata dan hidup.
Contoh CGI yang biasa ditemukan yaitu video animasi 2D, animasi 3D, karakter makhluk atau manusia digital, hingga dunia simulasi dengan objek dan lingkungan yang realistis, baik itu statis maupun bergerak.
CGI dalam media iklan

Dalam industri periklanan modern, CGI menjadi salah satu tren terbesar yang mendorong kreativitas tanpa batas. Penggunaan CGI dalam media iklan menghasilkan efek visual yang dramatis dan imersif, dimana gambar dan elemen yang ditampilkan dapat dimanipulasi dengan presisi tinggi sehingga menghadirkan visual yang sebelumnya mustahil dibuat secara konvensional. Teknologi ini memungkinkan brand menciptakan dunia baru, memperkuat storytelling, dan memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi audiens.
Apa Itu VFX?

Visual effects atau VFX adalah teknik penciptaan citra visual yang sulit untuk dihasilkan pada pembuatan film live-action. Efek-efek visual yang dihasilkan VFX digunakan untuk membantu pembuatan adegan-adegan atau gerakan fisik yang sulit atau mustahil dilakukan secara ril, seperti mengontrol cuaca, efek api atau ledakan, efek air, gerakan partikel, dan sebagainya. VFX juga biasanya digunakan bersamaan dengan CGI untuk efek visual film fantasi untuk menciptakan objek, makhluk, dan karakter manusia yang tidak ada di dunia nyata, tapi dengan visualisasi yang terlihat nyata.
Jenis-jenis VFX meliputi lukisan matte untuk menciptakan latar belakang realistis yang bisa diperkuat dengan CGI, komposisi untuk menggabungkan berbagai lapisan gambar dan menyatukan rekaman live-action dengan elemen digital, rotoscoping untuk menelusuri serta mengisolasi objek bingkai demi bingkai agar dapat diganti atau dimodifikasi, serta penangkapan gerakan yang merekam gerakan manusia guna menganimasikan karakter digital secara natural.
Bedanya CGI dan VFX

Dalam prosesnya, para pembuat film kerap menggabungkan CGI dan VFX untuk menghasilkan gambar dan adegan yang sesuai dengan kehidupan nyata. VFX bertugas untuk meningkatkan visual pada film dengan elemen-elemen yang mengubah tampilan asli sebuah adegan, sedangkan CGI berperan menciptakan objek, karakter, atau lingkungan digital dari nol untuk menghidupkan sesuatu yang tidak ada di dunia nyata.
VFX mencakup berbagai teknik untuk menyempurnakan atau memodifikasi visual nyata dalam film. CGI adalah bagian dari VFX yang dibuat sepenuhnya dengan komputer untuk mengubah atau menghidupkan elemen yang sebelumnya tidak ada. Jadi, semua CGI termasuk VFX, tetapi tidak semua VFX menggunakan CGI.
CGI vs 3D: Apa Bedanya?

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, CGI adalah teknik penciptaan gambar statis maupun video menggunakan teknologi komputer grafis. CGI merangkap sebagai payung utama yang menaungi beberapa jenis visual dan animasi, seperti animasi 2D, animasi 3D, karakter digital, dan sebagainya. Jadi, 3D sebenarnya adalah salah satu bentuk dari CGI, yang berfokus pada penciptaan objek atau lingkungan tiga dimensi yang memiliki kedalaman dan perspektif. Dengan kata lain, semua 3D adalah bagian dari CGI, tetapi CGI tidak selalu berbentuk 3D.
VFX vs SFX: Apa Bedanya?

Selain CGI dan VFX, istilah lain dalam bidang produksi kreatif yang sering digunakan adalah SFX atau Sound Effects. Kalau VFX adalah efek visual yang dibuat untuk meningkatkan hasil rekaman film dengan elemen tambahan, SFX berfokus pada efek suara yang menghasilkan suasana yang lebih hidup pada film/video. Biasanya, SFX melibatkan suara-suara yang ada di sekitar kita, dengan contoh seperti langkah kaki, suara kendaraan, hingga suara rumput yang bergerak.
Jadi, berbeda dengan CGI dan VFX yang bekerja pada tampilan visual, SFX bekerja di ranah audio untuk membuat cerita menjadi hidup dan membuat pengalaman menonton terasa jauh lebih imersif.
Kapan Menggunakan CGI vs VFX untuk Brand (Iklan, OOH, LED)

Untuk meningkatkan eksistensi brand melalui iklan, penggunaan CGI dan VFX dapat memberikan visual yang lebih imersif dan berkesan. Lalu, dimana dan kapan menggunakan CGI dan VFX agar hasil iklan lebih maksimal?
OOH 3D Billboard

Pada OOH 3D Billboard, penggunaan CGI ideal untuk menciptakan produk, karakter, atau lingkungan yang belum ada di dunia nyata, termasuk visual 3D billboard anamorphic yang menampilkan objek seolah keluar dari layar. Dengan menampilkan animasi 3D dengan teknologi CGI, iklan dapat memberikan kesan yang kuat bagi audiens.
LED Immersive/Stage

Di sisi lian, VFX digunakan saat brand perlu menggabungkan elemen digital dengan talent atau lokasi ril, seperti demo produk, iklan filmik, atau social video interaktif. Untuk LED immersive stage, VFX membantu proses pengambilan gambar langsung agar visual dan dunia digital menyatu mulus. Dengan memahami teknik yang tepat, brand dapat menghasilkan efek visual yang lebih kuat dan relevan.
Perangkat Lunak Populer (CGI & VFX Stack)

Proses produksi CGI dan VFX melibatkan teknologi komputer dengan perangkat lunak yang tepat untuk setiap proses yang ada. Beberapa perangkat lunak digital yang populer digunakan untuk CGI dan VFX adalah sebagai berikut:
- DCC 3D (Digital Content Creator)
- Blender: lengkap, gratis, untuk modeling–animasi–render dasar.
- Maya: standar industri untuk animasi karakter dan rigging.
- Cinema 4D: ideal untuk motion graphics & 3D yang cepat.
- Simulasi (fisik, kompleksitas)
- Houdini: rekaman partikel, asap, air, destruction, efek skala besar.
- Compositing (penggabungan elemen digital dan rekaman langsung)
- Nuke: Dipakai di pipeline film profesional.
- After Effects / Fusion: Untuk iklan, konten sosial, dan motion graphics.
- Renderer (pencahayaan dan realisme)
- Redshift / Octane / Arnold:digunakan untuk membuat lighting, shadow, dan visual final yang realistis.
Pipeline Produksi: Dari Syuting ke Final

Pipeline produksi sebuah film terdiri dari beberapa proses berikut:
- Pra-produksi
Melibatkan proses penulisan skrip, pembuatan konsep film, storyboard (urutan gambar/sketsa visual), hingga Previs (bentuk kasar dari animasi 3D/layout digital untuk VFX) oleh tim pembuat film. - Produksi
Tahap utama produksi melibatkan pengambilan gambar secara langsung, rekaman adegan fisik, pengambilan gambar greenscreen, motion capture, dan plate shots untuk proses CGI. - Tracking/Matchmove
Proses tracking pergerakan kamera untuk menyesuaikan elemen CGI dengan adegan live-action. - Penciptaan Asset
Tahap membuat asset termasuk object modeling, object texturing, rigging dan animation, dan simulation untuk menguji asset animasi yang sudah dibuat. - Lightning dan Rendering
Penambahan pencahayaan digital pada setiap adegan dan rendering untuk mengubah seluruh adegan digital menjadi film/video yang siap ditonton secara langsung. - Compositing
Proses dimana semua elemen dan efek visual digabung menjadi satu gambar atau adegan yang utuh agar terlihat menyatu dan realistis. - Color/Finishing
Penyesuaian warna dari setiap adegan agar seragam dan sesuai dengan mood film.
Mengapa CGI/VFX Bisa “Mahal”?

Biaya CGI dan VFX bisa tinggi karena proses produksinya sangat kompleks. Jumlah shot, kualitas visual yang diinginkan, serta kebutuhan adegan realistis seperti ledakan, air, api, dan debris membuat teknik yang digunakan semakin detail. Semakin tinggi tingkat realisme dan resolusi output, terutama untuk LED atau OOH high nit, semakin besar pula waktu dan tenaga yang diperlukan. Iterasi look dev dan revisi berulang juga bisa menambah biaya. Produksi besar seperti The Avengers menunjukkan betapa kompleks dan rumitnya pembuatan visual tingkat tinggi.
Untuk efisiensi, perencanaan pra viz dapat membantu mengurangi perubahan besar di tahap akhir, penggunaan aset yang sudah ada bisa menghemat waktu, dan prioritizing shot membuat proses lebih terkontrol. Optimalisasi ini membantu mempercepat proses tanpa mengorbankan hasil produksi.
Gaji & Karier VFX serta CGI (Indonesia & Global)

Berkarier di bidang VFX dan CGI membuka banyak peluang karena perangkat lunak, efek, dan teknologi yang terus berkembang. Posisi yang tersedia beragam, mulai dari generalist hingga spesialis seperti compositing, lighting, atau simulation. Keahlian teknis dan kemampuan memahami alur produksi sangat menentukan nilai seorang creative artist.
Gaji VFX di Indonesia maupun global berbeda-beda tergantung portofolio, pengalaman, dan lokasi studio. Semakin kuat hasil karya dan pemahaman teknisnya, semakin besar peluang bekerja di film, periklanan, televisi, hingga video game. Contoh jalur karier yang umum meliputi VFX artist, CGI animator, dan technical director.
FAQ
- Apa yang dimaksud dengan VFX?
VFX adalah efek visual yang ditambahkan pada video atau film untuk menciptakan adegan yang tidak bisa direkam langsung. - Apa itu VFX dan SFX?
VFX berfokus pada efek visual, sedangkan SFX fokus pada efek suara yang dibuat sesuai keadaan ril. - Apa beda CGI dan AI?
CGI dibuat dengan grafis komputer, sementara AI memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menghasilkan atau memodifikasi visual. - CGI menggunakan aplikasi apa?
CGI biasanya dibuat dengan software seperti Blender, Maya, atau Cinema 4D. - Apa yang membuat CGI mahal?
CGI mahal karena prosesnya kompleks, membutuhkan detail realistis, banyak revisi, dan waktu produksi yang panjang.

















